Wednesday, 8 February 2012

KATA SAPAAN


Kata sapaan adalah kata yang dipergunakan untuk menyapa seseorang. kata yang digunakan untuk menyapa seseorang, seperti ketiga buah kata yang terdapat pada contoh di atas.
Kata sapaan terdiri beberapa jenis, seperti berikut ini.
1. Kata sapaan yang menunjukkan hubungan kerabat seperti  kakek, nenek, bapak (ayah), ibu, paman, bibi, abang, kakak, adik, ananda, mas, mbak.
2. Kata sapaan yang berbentuk kata ganti seperti kamu, engkau, saudara, anda, tuan, nyonya, nona, dan sebagainya.
3. Kata sapaan yang menunjukkan rasa hormat seperti paduka yang mulia, yang terhormat, dan lain-lain.
4. Kata sapaan yang diikuti nama seperti  saudara Hasan, bapak Susanto, ibu Amir, dan sebagainya.
Dalam buku Pedoman Umum Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dijelaskan, kata sapaan yang digunakan sebagai penyapaan atau pengacuan ditulis dengan huruf kapital pada awal katanya. Yang dimaksud dengan penyapaan adalah menyapa langsung baik ketika berhadapan (tatap muka) maupun melalui media seperti telepon atau media lainnya. Kegiatan menyapa langsung ini baru terjadi jika orang yang kita sapa adalah orang kedua (lawan bicara, orang yang diajak berbicara), bukan orang pertama (pembicara) atau orang ketiga (yang dibicarakan). Perhatikan contoh berikut!
(1)   Ibu bertanya, “Pukul berapa Ayah akan berangkat ke Jakarta?”
Kata ayah pada kalimat di atas adalah kata sapaan yang digunakan sebagai penyapaan karena digunakan untuk menyapa orang kedua (orang yang diajak berbicara). Kata sapaan ini harus ditulis dengan huruf kapital.
Perhatikan pula penggunaan kata ayah pada kalimat berikut:
(2)     Ayah berkata, “Sampaikan kepada ibu, hari ini, ayah akan terlambat pulang dari kantor.”
Kata ayah pada kalimat (2) di atas digunakan untuk menyapa orang pertama (diri pembicara sendiri) sehingga tidak termasuk sebagai penyapaan. Demikian pula dengan kata ibu pada kalimat tersebut bukan sebagai penyapaan karena mengacu pada orang ketiga (yang dibicarakan). Menurut EyD, penulisan kata seperti ini tidak boleh diawali dengan huruf kapital.
Perhatikan lagi penggunaan kata ayah pada kalimat (3) berikut ini!
(3)  Kita harus menghormati ayah yang telah memperjuangkan hidup kita.
Kata ayah pada kalimat (3) di atas mengacu pada orang ketiga (yang dibicarakan) sehingga tidak digunakan sebagai penyapaan. Kata seperti ini penulisannya juga tidak perlu diawali dengan huruf kapital.
Selain sebagai penyapaan, kata sapaan yang digunakan sebagai pengacuan awal katanya juga harus ditulis dengan huruf besar, seperti pada contoh berikut ini.
(4) Mereka pergi ke rumah Pak Camat.
(5) Esok kami akan mengunjungi Ibu Saniah yang sakit.

2 comments:

  1. Saya masih bingung pada kata "pengacuan"
    JIka itu pada kata "tuan putri" "nona muda" atau yg sejnisnya gimana tu??
    cth 2 kalimat ini:
    Sepertinya ada yang aneh dgn nona muda ini.
    Apa Nona Muda sedang tidak sehat?

    ReplyDelete
  2. apa kalimat ini termasuk kata sapaan?

    Andre pergi ke kantin.
    Kapten berlayar ke laut.

    ReplyDelete

 
Copyright © . Pendidikan Bahasa dan Sastra - Posts · Comments
Desain Theme Template by Metamorfosa27 · Powered by Blogger