Friday, 10 August 2012

MEMPERKENALKAN DIRI SENDIRI DENGAN PELAFALAN YANG TEPAT


Perhatikan dua buah kutipan berikut!
Kutipan 1
”Terima kasih saya ucapkan kepada pemimpin diskusi yang memberikan kesempatan kepada saya untuk memberikan pemaparan singkat tentang cara membudidayakan tanaman langka di banua kita ini. Sebelum memulai pemaparan singkat ini, sebelumnya saya memperkenalkan diri saya kepada peserta seminar hari ini.”
”Nama saya Drs. H. Tajuddin Salman, lahir di Sampit, Kalteng pada tanggal 12 November 1965. Pendidikan tertinggi saya adalah S-1 Fakultas Pertanian Unlam, lulus tahun 1990. Saya tinggal di Kompleks Liang Anggang Permai, Kecamatan Bati-bati. Saat ini saya menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Laut sejak tahun 2007. Di samping sebagai Kepala Dinas, saya sering bertindak sebagai narasumber dalam berbagai seminar dan lokakarya yang membahas tentang lingkungan.”
”Demikian riwayat singkat tentang diiri saya sebagai perkenalan pada peserta diskusi pada kesempatan kali ini. Selanjutnya, saya akan memaparkan cara membudidayakan tanaman langka di banua kita...”

Kutipan 2
Moderator:     Terima kasih penanggap 1, selanjutnya saya berikan kesempatan kepada penanggap ke-2 untuk menyampaikan tanggapannya.
Penanggap 2: Terima kasih Saudara moderator. Nama saya Devi Zubaida Fatimah, siswa kelas X-1 SMA Negeri 1 Bati-bati. Dari paparan yang telah dikemumukakan tadi, saya ingin mengajukan pertanyaan kepada narasumber, ”Berapa besar tingkat keberhasilan upaya pembudidayaan tanaman langka dengan cara seperti yang Bapak uraikan tadi?”
Kalimat yang dicetak miring pada kedua kutipan di atas adalah kalimat yang berisi kegiatan memperkenalkan diri sendiri dalam forum resmi seperti diskusi, seminar, lakakarya (workshop) dan sebagainya. Selain memperkenalkan diri, dalam forum resmi juga sering dijumpai kegiatan memperkenalkan orang lain. Kegiatan memperkenalkan orang lain seperti ini sering dilakukan oleh moderator sebelum dia mempersilakan narasumber untuk menyajikan materi yang akan disampaikan kepada peserta.
Dilihat dari kelengkapan, terdapat dua bentuk kegiatan memperkenalkan diri sendiri. Pertama, kegiatan memperkenalkan diri dengan menggunakan kalimat yang panjang (beberapa kalimat) dan ada pula yang menggunakan kalimat pendek (hanya satu atau dua kalimat). Kalimat yang berisi kegiatan memperkenalkan diri seperti pada kutipan 1 tampak lebih panjang dibandingkan kutipan 2. Pada kutipan 1, yang diperkenalkan terdiri atas beberapa unsur identitas, yaitu:
a. nama
b. tempat lahir
c. tanggal lahir
d. pendidikan tertinggi
e. tahun lulus
f. alamat
g. jabatan, dan
h. kegiatan di luar kedinasan
Kegiatan memperkenalkan diri yang dilakukan narasumber, penyaji, pemakalah, penatar, sebelum menyajikan materi seperti pada kutipan 1 memang memungkinkan jika disajikan dengan cukup panjang. Dalam perkenalan seperti ini, peserta diskusi, seminar, lokakarya, atau peserta forum ilmiah lainnya perlu diyakinkan bahwa penyaji atau  narasumber adalah orang yang berkompetensi di bidang yang akan disajikan. Karena itulah, unsur-unsur identitas diri yang perlu diperkenalkan cukup banyak seperti kutipan 1. Bahkan, agar lebih meyakinkankan lagi, unsur identitas diri yang perkenalan dapat ditambah lagi dengan hal-hal lain seperti kegemaran (hobi), prestasi yang pernah diraih, status, agama, dan sebagainya.
Berbeda dengan kutipan 1, kegiatan memperkenalkan diri yang dilakukan oleh peserta atau penanggap seperti pada kutipan 2 di atas tidak perlu panjang. Hal-hal yang diperkenalkan cukup nama, kelas atau jabatan.
Memperkenalkan diri sendiri dalam forum resmi berbeda dengan memperkenalkan diri di luar forum resmi. Bahasa yang digunakan untuk memperkenalkan diri dalam forum resmi terikat dengan aturan-aturan kebahasaan dan nonkebahasaan. Aturan-aturan nonkebahasaan itu antara lain harus disampaikan dengan intonasi yang tepat (sesuai). Aturan-aturan kebahasaan antara lain menyangkut pelafalan terhadap kata atau istilah dengan tepat.
Terkait dengan penggunaan intonasi yang tepat, tidak mungkin kita memperkenalkan diri sendiri dalam forum resmi dengan intonasi yang tinggi atau terlalu lemah. Tidak mungkin pula kita memperkenalkan diri sendiri dengan intonasi tergesa-gesa, terlalu cepat, atau terlalu lambat. Perkenalkanlah diri Anda dengan intonasi yang jelas, tenang, dan santai.
Selain aspek intonasi, pelafalan juga harus tepat. Kata-kata dan istilah yang kita gunakan untuk memperkenalkan diri sendiri harus dilafalkan dengan tepat. Kata atau istilah seperti doktorandus (Drs.), Kalteng, November, fakultas, dan kompleks seperti yang terdapat pada kutipan 1 harus dilafalkan dengan tepat. Kita tidak boleh melafalkan kata atau istilah di atas dengan: doktorandes, Kalting, Nopember, pakultas, dan komplek.
Untuk mengetahui pelafalan yang tepat terhadap kata atau istilah verba misalnya, apakah dilafalkan dengan /ê/ atau /€/, kita dapat mengetahuinya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Pada kata atau istilah yang memungkinkan untuk dilafalkan dengan berbeda seperti verba di atas biasanya dijelaskan cara membacanya.
Demikian juga dengan terhadap dua kata atau istilah yang mirip, misalnya shalat atau salat, kita dapat mengetahui mana pelafalan yang tepat di antara keduanya kita dapat membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pelafalan yang tepat atau baku terhadap dua kata atau istilah yang mirip ini dapat diketahui dari adanya arti terhadap kata atau istilah itu. Jika pada kata atau istilah yang mirip itu tidak ditemukan artinya, berarti kata atau istilah itu adalah kata atau istilah yang tidak baku, dan pelafalan terhadap kata atau istilah itu adalah pelafalan yang tidak tepat.

Latihan 1 (individu)
A.  Anda berperan sebagai seorang narasumber pada kegiatan seminar tentang lingkungan hidup. Buat sebuah konsep memperkenalkan diri Anda sendiri dengan unsur identitas yang dapat menyakinkan peserta seminar, kalau Anda adalah seorang narasumber yang berwawasan mendalam dalam bidang lingkungan hidup.
B.  Lafalkan konsep perkenalan diri sendiri yang Anda buat di hadapan siswa lainnya dengan intonasi dan pelafalan yang tepat. Siswa lainnya diminta untuk menanggapi intonasi dan pelafalan yang digunakan apakah tepat atau tidak?
C.   Tentukan mana pelafalan yang tepat kata atau istilah berikut!
      1. puskesmas, apakah dilafalkan dengan /ê/ atau /€/
      2. mesjid atau masjid
      3. wasalam atau wassalam
      4. menyolok atau mencolok
      5. praktek atau praktik
      6. seri, apakah dilafalkan dengan /ê/ atau /€/
      7. apotek atau apotik

Sumber:
Pelajaran Bahasa Indonesia 1a
Karya Drs. H. M. Yusransyah, M. Pd.
Penerbit: Grafika Wangi Kalimantan

1 comments:

 
Desain Theme Template by Monolog26 · Powered by Blogger